Showing posts with label Dinasti Umayyah. Show all posts
Showing posts with label Dinasti Umayyah. Show all posts

Wednesday, 1 April 2015

Kekhalifahan Dinasti Umayyah : Awal Pemerintahan

Awal Pemerintah


Mu'awiyah bin Abu Sufyan memulai pemerintahan dari 90 tahun kekuasaan Dinasti Umayyah di Damaskus.  Amul jama'ah Masehialah titik awal kepemimpinan  Dinasti Umayyah, Muawiyah bin Abu Sufyan membuat kesepakatan dengan Hasan bin Ali. Isi perjanjian tersebut, mulai dari pergantian kekuasaan yang akan diserahkan kepMasehia dewan Muslim. Hak Muslim untuk menentukan siapa yang harus menjMasehii Khalifah. Namun, Abu Sufyan bin Mu'awiyah melanggar perjanjian itu. Dia bahkan menerapkan kekhalifahan turun-temurun kepMasehia keluarga Bani Umayyah. Inilah yang menyebabkan munculnya perlawanan dari orang-orang yang kecewa pMasehianya.

Para khalifah yang memerintah pMasehia periode Umayyah Masehialah sebagai berikut:


1. Mu'awiyah bin Abu Sufyan (Mu'awiyah 1) tahun 661-680 Masehi
2. Yazid bin Mu'awiyah (Yazid 1) tahun 680-683 Masehi
3. Mu'awiyah ibn Yazid (Mu'awiyah 2) tahun 683-684 Masehi
4. Marwan bin Hakam (Marwan I) di 684-685
5. Abdul Malik bin Marwan. tahun 685-705 Masehi
6. Al-Walid bin Abdul Malik (al-Walid I) di 705-715 Masehi
7. Sualiman bin Abdul Malik. tahun 715-717 Masehi
8. Umar bin Abdul Aziz (Umar II) tahun 717-720 Masehi
9. Yazid bin Abdul Malik (Yazid II) tahun 720-724 Masehi
10. Hisyam bin Abdul Malik. tahun 724-743 MASEHI
11. Walid bin Yazid (al-walid II) tahun 743-744 Masehi
12. Yazid bin al-Walid (Yazid III) pMasehia 744 Masehi
13. Ibrahim bin al-Walid. 744 tahun
14. Marwan bin MuhammMasehi (Marwan II) tahun 744-750 Masehi

Dari Damaskus, dinasti Umayyah melakukan ekspansi kekuasaan Islam pada beberapa Kekaisaran Bizantium diantaranya menaklukkan kekaisaran Persia. Selama Mu'awiyah bin Abu Sufyan, kaum Muslim dengan komandan Uqbah bin Nafi 'dan dibantu suku Berber, suku di Afrika Utara, mengalahkan tentara Bizantium di Afrika Utara. Mereka juga mendirikan negeri Qairawan, atau Maroko sekarang, sebagai pusat pemerintahan Islam di Afrika. Tahun 670 Masehi mengadakan perluasan Ke arah timur, kaum Muslim berhasil menguasai wilayah Afghanistan tepatnya di Khurasa. Serta melakukan aerangan laut ke wilayah Bizantium melalui Konstantinopel.

Pada masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan, Muslim menyeberangi sungai Oxus, menempati daerah Balkh, Bukhara, Khawarizm, Fergana, dan Samarkhan. Muslim juga masuk India dan menguasai Balukistan, Sind, Punjab dan Multan.

Penyebaran Islam diikuti di Al-Walid bin Abdul Malik. Pada tahun 711 Masehi Tariq bin Ziyad menaklukkan Al-Jazair dan Maroko. Dia bahkan menyeberang ke Spanyol dan menguasai Cordova, sevilla, Elvira, dan Toledo. Gunung batu di mana Tariq bin Ziad mendarat di abadikan dengan namanya, gunung Tariq dan sekarang terkenal dengan nama Gibraltar. Dimana ia disebut juga menyeberangi Selat Gibraltar. Sejak itu Islam mulai menyebar di Eropa dan mengembangkan berbagai jenis pengetahuan dari sana.

Pada saat Umar bin Abdul Aziz, kaum Muslim menyerang Bordeaux, Politiers, dan Tours di Perancis selatan dengan komandan Abd al-Gafiqi. Pada saat itu, pulau-pulau di laut, seperti Kepulauan Balearic, Corsica, Sardinia dan Sisilia jatuh sebagian ke tangan umat Islam. Dengan demikian, wilayah Islam yang membentang dari Spanyol, Afrika Utara, Suriah, Palestina, Jazirah Arab, Irak, Asia Kecil, Persia, Afghanistan, Pakistan, India.


Selain ekspansi regional, dinasti Umayyah juga mencatat kemajuan bidang sosial dan ekonomi. Kemajuan, antara lain, pembentukan dana pos, pencetakan mata uang, dan penampilan cadii profesional secara resmi dilembagakan selama Mu'awiyah bin abi Sufyan. Membuat bahasa Arab resmi pada saat Abdul Malik bin Marwan. Pembanguna rumah untuk orang cacat, jalan raya, pabrik, masjid, dan gedung-gedung pemerintah dilakukan dalam masa Al-Walid bin Abdul Malik. Pada saat Umar bin Abdul Aziz di peringan pajak, menyamakan posisi mawali, atau Muslim non-Arab, posisinya dengan orang Arab. Umar bin Abdul Aziz juga untuk berhubungan kembali dengan kelompok Syiah, dan memberikan kebebasan kepada penganut agama lain untuk melakukan ibadah.

Kekhalifahan Dinasti Umayyah : Awal Berdirinya

Awal Berdirinya Dinasti Umayyah

Bani Umayyah di Damaskus


Setelah wafatnya Nabi Muhammad. Pemerintahan Islam dipegang oleh Abu Bakar as-Siddiq Pada saat itu, Bani Umayyah merasa bahwa kedudukan mereka setara dengan kaum Ansar dan imigran. Hal ini terjadi karena mereka masuk Islam pada saat gelombang terakhir. Untuk memiliki kedudukan yang setara, mereka harus menunjukkan perjuangan mereka dalam perang untuk membela Islam. Ketika Mua'wiyyah bin Abu Sufyan disertakan dalam perang Riddah dengan keterlibatannya, untuk menghancurkan kaum yang sesat.

Ketika Umar menjadi khalifah, mereka dikirim ke Suriah untuk melawan Bizantium. Untuk jasanya. Yazid bin Abu Sufyan diangkat menjadi gubernur di sana.

Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan, Mu'awiyyah bin Abu Sufyan diangkat sebagai gubernur Syria untuk menggantikan kakaknya. Bani Umayyah juga memiliki kedudukan bahwa mereka dapat  menjadi penguasa di sana, sebagaimana mereka mendapatkan kedudukan pada kaum Quraisy di Mekkah. Hal ini juga disebabkan karena Utsman bin Affan adalah salah satu dari Bani Umayyah.

Pemerintahan Ali bin Abi Thalib menjadi awal perpecahan umat Islam. Hal ini disebabkan kematian Utsman bin Affan yang tewas dalam kerusuhan. Bani Umayyah dalam kepemimpinan Mu'awiyyah bin Abu Sufyan tidak puas dengan kebijaksanaan Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam kasus pembunuhan Utsman bin Affan. Oleh karena itu mereka tidak mengakui kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Selain itu, Talhah, Zubair, dan Aisyah tidak setuju dengan Ali bin Abi Thalib. Kelompok ini kecewa dengan proses pengangkatan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah. Sengketa ini memuncak dalam Perang Jamal. Dalam perang ini, Ali bin Abi Thalib mengalahkan Talhah, Zubair, dan Aisyah.

Setelah berakhirnya Perang Jamal, perselisihan dengan putra Abu Sufyan Mu'awiyyah akhirnya meletus menjadi perang Siffin. di perbatasan Suriah dan Irak. Sekali lagi ada persaingan antara Bani Umayyah dan Bani Hasyim. Dalam perang terjadi peristiwa Tahkim atau arbitrase. Namun, kejadian ini lagi menimbulkan satu kelompok, yaitu,Khawarij adalah orang yang kecewa terhadap Ali bin Abi Thalib tahkim atas peristiwa. Sebelum penyelesaian masalah dengan Mu'awiyyah bin Abu Sufyan, Ali bin Abi Thalib dibunuh oleh salah satu dari kaum Khawarij pada tahun 661 Masehi


Kematian Ali bin Abi Thalib membuat Mu'awiyyah bin Abu Sufyan mengumumkan dirinya sebagai Khlifah baru dengan pusat pemerintahan di Damaskus, Suriah. Namun, Hasan bin Ali, putra Ali bn Abi Thalib, tidak mau mengakuinya. Hal ini mulai memicu konflik di kalangan umat Islam. Karena tidak ingin melihat konflik di kalangan umat Islam, Hasan bin Ali akhirnya membuat perjanjian damai dengan Mu'awiyyah bin Abu Sufyan. Peristiwa perdamaian ini dikenal Muslim dengan peristiwa jama'ah Amul dan terjadi pada 41 H atau 661 M

Kekhalifahan Dinasti Umayyah

Kekhalifahan Umayyah: Sejarah Singkat

Masa pemerintahan dinasti Umayyah adalah zaman keemasan umat Islam. Wilayah yang membentang dari India di timur, dan ke Spanyol di barat, dan seluruh benua Afrika Utara.

Sains juga berkembang pesat pada waktu itu. Banyak sarjana Muslim yang muncul untuk sementara. Sejarah kebesaran Islam yang harus digunakan sebagai pelajaran bagi umat Islam saat ini. Muslim harus mampu menjaga kebesaran agama Islam agar tetap di bumi.

Nama Umayyah dalam bahasa Arab berarti anak bawah Bani Umayyah, Bani Umayyah bin Abdul-Sham, salah satu pemimpin dari suku Quraisy. Abd al-Sham adalah saudara Hasyim, keturunan kedua Abdul Manaf, semakin rendah Bani Hasyim. Dari Bani Hasyim lahir Nabi kita adalah Nabi Muhammad.

Sebelum Islam hadir ditengah masyarakat Mekah, Bani Umayyah dengan Bani Hasyim selalu bersaing, peran Bani Umayyah lebih dominan di masyarakat Mekah. Hal ini karena mereka mengusai pemerintahan dan perdagangan tergantung pada pengunjung Kakbah. Di pahak lain, Bani Hasyim adalah orang yang berekonomi sederhana.

Hal mulai berubahpada masa Nabi Muhammad., Salah satu Bani Hasyim, sebuah wahyu dari Allah swt. Untuk mengembangkan agama Islam. Dengan penerapan Islam, Bani Umayyah merasa bahwa kekuasaan dan perokonomiannya terancam. Oleh karena itu, mereka menjadi lawan utama dalam perjuangan Nabi Muhammad. Abu Sufyan bin Harb, anggota dari dinasti Umayyah, beberapa kali seorang pemimpin Quraisy Mekkah dalam perang melawan Nabi Muhammad.


Pada saat kekuatan Islam berembang dan dianggap mampu merebut Mekah, Abu Sufyan bin Harb, dan menyerah. Fathu disebut insiden itu terjadi di Mekah dan berhijrah 8 tahun. Akhirnya, Abu Sufyan dan putranya bib Mu'awiyyah bin Harb Abu Sufyan, sebagai sisa-sisa orang lain memeluk Islam Mekkah. Kejadian ini menjadi awal dari berperannya Umayyah dalam sejarah Islam.

Saturday, 14 March 2015

Latihan Soal SKI materi Dinasti Umayyah

Latihan Soal Sejarah Kebudayaan Islam tentang Dinasti Umayyah

1. Nama Daulah Umayyah berasal dari nama Umayyah ibnu’Abdi Syam ibnu’Abdi Manaf yaitu salah seorang dari pemimpin...
a. Kabilah Qurasiy      b. Kabilah Umayyah               c. Kabilah Qusoy        d. Kabilah Hisyam

2. Pada waktu Umar bin Khattab menjadi Khalifah, Mu’awiyah bin Abu Sufyan diangkat menjadi gubernur di daerah....
a. Afrika Utara            b. Usbekistan              c. Madinah                  d. Syam

3. Abdul Malik bin Marwan merupakan Khalifah Bani Umayyah yang ke...
a. 1                  b. 2                  c. 3                  d. 4

4. Ciri kepemimpinan Bani Umayyah adalah...
a. demokratis               b. otoriter                    c. monarchi                  d. keturunan

5. Bani Umayyah memerintah selama....
a. 70 tahun                  b. 80 tahun                  c. 90 tahun                  d. 100 tahun

6. Pada peristiwa Tahkim pihak Ali bin Abu Thalib diwakili oleh....
a. Amru bin As            b. Abu Musa Al-Asy’ari         c. Al-Makmun             d. Mutawaqil

7. Umar bin Abdul Aziz memperoleh pendidikan dari para ulama hadits dan tafsir di Kota...
a. Damaskus                b. Madinah                  c. Basrah                     d. Kufah

8.Khalifah Dinasti Umayyah yang memberi wasiat kepada Umar bin Abdul Aziz untuk menjadi khalifah penggantinya adalah....
a. Hisyam bin Abdul Malik                             c. Marwan bin Muhammad
b. Abdul Malik bin Marwan                           d. Sulaiman bin Abdul Malik

9. Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi Gubernur Hijaz di Madinah saat berusia....
a. 20 tahun                  b. 22 tahun                  c. 24 tahun                  d. 40 tahun

10. Peristiwa tahkim, antara Ali bin Abu Thalib dan Mu’awiyah bin Abu Sufyan terjadi dalam...

a. Perang Jamal           b. Perang Siffin           c. Perang Riddah        d. Perang Karbala

Tokoh yang Berperan Penting pada Masa Dinasti Umayyah

Tokoh-tokoh yang berperan pada masa Dinasti Umayyah

Bidang sosial Budaya

Tokoh penting dalam perkembangan bahasa adalah Khalil bin Ahmad, dibidang Nahwu Arab ada Sibawah, tokoh seni sastra yang terkenal adalah Umar bin Ali Rabi’ah dan Jamil. Perkembangan sosial budaya ini memberi dampak positif dengan dihasilkannya karya-karya gemilang yang dijadikan pijakan serta tolak ukur bagi perkembangan selanjutnya.

Bidang Politik dan Militer

Kekuatan politik

Lahirnya Dinasti Umayyah ditengah terjadinya pertentangan politik antargolongan diantaranya:

Golongan Syi’ah


Adalah kaum pendukung dan pengagun Ali bin Abu Thalib, yang menganggap Mu’awiyah melakukan tipuan politik dan menghianati Ali dan perampas kekhalifahan Ali dan keturuannya. Akibatnya kelompok Syi’ah selalu melakukan berbagai reaksi untuk menghancurkan Dinasti Umayyah.

Pada tahun 66 H atau 686 M, kaum pemberontak Syi’ah bergerak dari Kuffah menuju Ainul Wardah (dekat sungai Eufrat). Pemberontakan tersebut akhirnya dipatahkan oleh pasukan Abdul Malik bin Marwan yang dipimpin oleh Abdullah bin Zaid dengan kekuatan pasukan sebanyak 30.000 tentara.
Adapaun latar belakang pemberontakan Syi’ah adalah sebagai berikut:
  • Menuntut balas atas kematian Husain bin Ali
  • Adanya pengingkaran Bani Umayyah terhadap perjanjian Mada’in (perjanjian antara Mu’awiyah dan Hasan bin Ali)

Golongan Khawarij


Khawarij berasal dari kata Kharaja yang artinya telah keluar. Disebut Khawarij karena telah keluar dari golongan Ali bin Abu Thalib yang dianggap gagal ketika Perang Shiffin. Kaum inipun sangat membenci Bani Umayyah.

Saat Mu’awiyah wafat Dinasti Umayyah terguncang yang mengarah pada perpecahan yang mendasar tentang kerajaan. Ditandai dengan diangkatnya Yazid bin Muawiyah sebagai khlifah pengganti yang sebelumnya telah dinobatkan sebagai putra Mahkota oleh Muawiyah bin Abu Sufyan. Situasi ini dimanfaatkan oleh golongan Khawarij menjadi semakin besar, maka ketika Abdul Malik bin Marwan menjadi khalifah memutuskan untuk mengatasi secara tuntas golongan Khawarij dengan menugaskan dua panglima yang cukup handal yaitu Hajjaj bin Yusuf As Saqafi yang ditugaskan untuk menumpas kaum Khawarij di Kuffah dan Basrah, sedangkan Mahlab bin Sufrah, ditugaskan untuk menumpas di daerah Persia dan Irak.

Golongan Zubair

Dipelopori oleh Abdullah bin Zubair yang merupakan keturunan Zubair bin Awwam adalah seorang pahlawan Islam. Namun anaknya malah berfikir dan bersifat sebaliknya memiliki ambisi kekuasaan, sejak zaman Khulafa Al Rasyidin beliau selalu mencari peluang untuk menduduki kursi kekhalifahan. Bahkan berhasil mengembangkan perluasan kekuasan dan ini sangat meresahkan khlifah Dinasti Umayyah, maka pada masa Abdul Malik bin Marwan terjadi penumpasan besar-besaren terhadap pemberontakan Abdullah bin Zubair yang dipimpin oleh Hajjaj bin Yusuf As Saqafi.

Friday, 13 March 2015

Prestasi-Prestasi Masa Dinasti Umayyah

Prestasi Dinasti Umayyah

Kemajuan dibidang Sosial Budaya

Bidang lapangan sosial yang dicapai pada masa Dinasti Umayyah diantaranya adalah :
  • Mendirikan rumah-rumah jompo
  • Mendirikan rumah yatim piatu
  • Mendirikan rumah sakit

Bidang lapangan budaya pada jaman Bani Umayyah memiliki keunggulan dalam hal :
  • Bahasa Arab yang berkembang luas ke berbagai penjuru dan dikenal oleh masyarakat dunia, terbukti sampai saat ini bahasa Arab merupakan satu bahasa resmi internasional
  • Mencetak mata uang dengan menggunakan bahasa Arab yang bertuliskan kalimat “lailaha illallah” dan disebelahnya dituliskan kalimat “Abdul Malik”
  • Mendirikan pabrik kain sutera
  • Mendirikan industri kapal dan senjata
  • Mendirikan gedung-gedung pemerintahan
  • Membuat kitab undang-undang dan hukum yang disebut “pasal-pasal undang-undang pokok”
  • Membangun irigasi sebagai sarana pertanian
  • Membangun kota Basrah dan Kuffah sebagai pusat perkembangan ilmu dan peradaban
  • Membuat administrasi pemerintahan dan pembukuan keuangan negara
  • Mengembangkan ilmu peternakan

Bidan Pendidikan dan Seni

Bidang Pendidikan

Pada zaman Dinasti Umayyah berbagai bidang ilmu pengetahuan berkembang pesat. Cabang ilmu yang berkembang diantaranya :

Ilmu agama yang disebut Al Ulum Islamiyah, yaitu :

  • Ilmu Qiraat
  • Ilmu Tafsir
  • Ilmu Hadits
  • Ilmu Nahwu dan Saraf
  • Ilmu Tarikh

Ilmu pengetahuan Umum yang disebut Al Ulumud Dakhiliyyah yaitu :

  • Ilmu Kimia
  • Ilmu Kedokteran
  • Ilmu Bumi (geografi)
  • Ilmu Astronomi

Pusat kegiatan keilmiahan dijaman Bani Umayyah itu adalah kota Damaskus, Kuffah, Basrah, Mekkah, Madinah, termasuk kota-kota baru yaitu kota Kairawan, Kordoba, Granada, dan lain-lain

Bidang Seni

Cabang-cabang seni yang berkembang dimasa Dinasti Umayyah, adalah :

  • Seni sastra
  • Seni lukis, ukir, dan seni pahat
  • Seni suara
  • Seni insya atau seni mengarang surat
  • Seni pidato
  • Seni bangunan (Arsitektur)

Usaha dan Jasa Mu’awiyah bin Abu Sufyan

Usaha dan Jasa Mu’awiyah bin Abu Sufyan

Sejak pemerintahan Mu’awiyah,  Dinasti Umayyah berusaha mengadakan pengembangan dan perluasan daerah Islam ke wilayah Timur sampai kewilayah Khurasan diperluas sampai India . sedangkan ke barat di tujukan ke arah Byzantium beribukota Konstantinopel. Negeri tersebut menjadi pusat agama Kristen Ortodok Yunani.  Sedangkan dengan mengerahkan armada lautnya dengan 1.700 kapal perang menyerbu pulau di sekitar Yunani, wilayah yang berhasil dikuasai diantaranya pulau Rhodes dan Cyprus.

Sebelum menjadi khalifah Mu’awiyah bin Abu Sufyan telah menjadi orang penting yang memiliki jasa bagi perkembangan Islam diantaranya :
  • Pada masa khalifah Abu Bakar As Siddiq, ikut berjuang keras menumpas kaum murtad dan nabi-nabi palsu, serta orang yang tidak mau membayar zakat.
  • Umar bin Khattab mengangkatnya sebagai Gubernur Yordania
  • Utsman bin Affan mengangkatnya sebagai Gubernur Syam. Buah dari kegigihannya, beliau berhasil meletakan dasar pemerintahan pada saat menjadi Gubernur Syam

Langkah-langkah pengembangan Islam yang dilakukan Mu’awiyah saat menjabat sebagai khlifah diantaranya adalah :
  • Membuat anjungan dalam Masjid yang berfungsi sebagai pengamanan
  • Membentuk pasukan
  • Mendirikan percetakan uang
  • Mendirikan Pos surat
  • Mendirikan istana untuk Khalifah

Sejarah Berdirinya Dinasti Umayyah

Sejarah Berdirinya Dinasti Umayyah

Pada tahun 656 M tepatnya tanggal 17 Juni pada hari umat tanggal 18 Djulhijah 35 H khalifah ke-3 Khulafaurrasyidin yaitu Utsman bin Affan dibunuh oleh para pemberontak, pada saat itu Madinah dalam posisi kosong banyak sahabat senior yang sedang berada di wilayah taklukannya, sehingga sagabat yang ada di Madinah mendesak Ali bin Abu Thalib untuk menjadi khalifah pengganti. Namun tidak semua mendukung Ali hanya beberapa diantaranya Talhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Awwam sedangkan Saad bin Abu Waqqas dan Abdullah bin Umar tidak begitu setuju dengan pengangkatan Ali bin Abu Thalib sebagai Khalifah ke-empat Khulafaurrasydin. Namun penetapan sebagai khalifah ditolak oleh Mu’awiyah bin Abu Sufyan, gubernur syiria yang masih kerabat Utsman bin Affan dengan alasan :
  • Pertama, Ali harus mempertanggungjwabkan tentang terbunuhnya Utsman bin Affan.
  • Kedua, berhubung wilayah Islam telah meluas timbul komunitas-komunitas Islam di daerah baru maka hak untuk menentukan jabatan khalifah tidak hanya bagi para sahabat serta orang yang berada di Madinah saja.Sikap ini didukung oleh beberapa sahabat di Madinah yang kemudian bergabung di Suria. 
Pada tahun 658 H atau tepatnya pada bulan Shafar tahun 37 H, terjadi sebuah peristiwa yang menimbulkan kekuatan bagi Mu’wiyah bin Abu Sufyan untuk merongrong pemerintahan khalifah Ali bin Abu Thalib, dengan menuntut balas atas kematian Utsman binAffan, serta kebijaksanaan Ali yang terlalu cepat memecat gubernur-gubernur dan pejabat pemerintahan yang diangkat oleh Utsman serta pengambil alihan tanah-tanah dan kekayaan negara yang telah dibagikan Utsman kepada keluarganya  mengakibatkan meletusnya perang saudara yang didalam sejarah dikenal dengan Perang Siffin. Ketika Ali sudah hampir memenangkan peperangan, Mu’awiyah bin Abu Sufyan bersama kelompoknya mengusulkan gencatan senjata dan menyelesaikan persoalan dengan tahkim (menggunakan hakim).Tahkim antara pihak Ali dan pihak Mu’awiyah dilangsungkan dengan masing-masing pihak mengirim utusannya. Pihak Ali diwakili oelh Abu Musa Al-Asy’ari, sedangkan pihak Mu’awiyah oleh Amr bin As. Perundingan ini dimenangkan oleh Amr bin As dengan licik. Pihak Ali tidak menyetujui cara yang dilakukan pihak Mu’awiyah, sehingga peperangan diantara keduanya meletus lagi. Semenjak terjadinya peristiwa tahkim itu, sebagian pasukan Ali memisahkan diri karena tidak setuju dengan tahkim tersebut. Kelompok yang memisahkan diri menamakan dirinya kelompok Khawarij. Sebaliknya Muawiyah masih kuat karena masih tetap utuh.

Pada tahun 661 M tepatnya pada tanggal 24 Januari, akhirnya kemenangan jatuh ketangan Mu’awiyah, terutama karena kematian Ali ditangan salah seorang kaum Khawarij yang bernama Abdu Rahman bin Muljam. Kesempatan ini digunakan Mu’awiyah untuk menyusun strategi dengan baik dalam rangka mengambil alih keosongan kekuasaan. Semula ada upaya dari pihak Hasan bin Ali untuk menuntut balas kematian ayahnya. Juga ada yang mengusulkan supaya Hasan menggantikan posisi ayahnya, namun Hasan menyangsikan kemampuan diri dan kekuatan yang dimilikinya, hingga pada akhirnya ia bersedia mengakui Mu’awiyah sebagai khalifah dengan syarat sebagai berikut :
  • Mu’awiyah tidak menaruh dendam terhadap seorangpun dari penduduk Irak (karena sebelumnya penduduk Irak adalah pendukung Ali bin Abu Thalib dan merupakan orang-orang yang membai’at Hasan sebagai khalifah)
  • Mu’awiyah menjamin keamanan dan memaafkan kesalahan-kesalahan mereka
  • Pajak tanah negara Ahwaz (sekarang kota Propinsi Khuzistan, Iran) diperuntukan kepadanya dan diberikan setiap tahunnya
  • Mu’awiyah membayar kepada saudaranya Husain, dua juta dirham
  • Pemberian untuk Bani Hasyim harus lebih banyak daripada Bani Abdi Syam (karena jasa-jasanya terhadap Islam dan karena mereka lebih dahulu masuk Islam.

Bagi Mu’awiyah semua persyaratan tersebut tidak menjadi masalah. Yang penting adalah Hasan mengakuinya sebagai khalifah.

Pada tahun 41 H bulan Rabi’ulawal saat Mu’awiyah berkunjung ke Kufah. Hasan dan Husain bersama penduduk Kufah membai’at Mu’awiyah sebagai khalifah. Tahun tersebut dikenal dengan Tahun Persatuan (Amul Jamaah).

Thursday, 12 March 2015

Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Kelahiran dan awal kehidupan Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdil Aziz bin Marwaan bin Hakam bin abil-'Aas bin Umayyah bin 'Abdish-Syams bin AbdulManaaf bin Qusay bin Kilaab. Tersebut Imam, Haafidh Allaamah Mujta secara tersirat diceritakan oleh az-Zaahid, Aabid as-Sayyid  Amir al-Mukminin sebenarnya Abu Hafs, al-Qurashi, Umawi, al-Madani kemudian al-Misri , Khalifah az-Zaahid ar-Raashid

Ibunya adalah Ummu Aasim binti Aasim bin Umar bin Khattaab. Menurut riwayat mengatakan bahwa Umar bin Abdul Aziz lahir pada tahun 63 H. Al-Fallaas berkata berdasarkan perkataan  al-Khuraibi, al-A'mash, Hisyam bin Urwah, Umar bin Abdul Aziz serta Talhah bin Yahya semua lahir pada tahun 61 H, bersamaan dalam tahun peristiwa dimana al-Husain cucunya Rasulullah terbunuh, yang juga diriwayatkan oleh Al Khalifah bin Al-Khayyaat dan lain-lain berkaitan dengan kelahirannya.

Damrah bin Rabi'ah mengatakan, Umar bin Abdul  Aziz pernah menolong ayahnya sehingga diangkat sebagai anak ketika saat ayahnya ditendang kuda jantan diarah kepalanya, ditolong Umar, sehingga menyebabkan kepalanya pecah,  ayahnya datang dan menyeka darah dari kepalanya.
Diriwayatka Dimam bin Isma'il berdasar cerita Abi Qabil, bahwa 'Umar bin Abdul Aziz pernah menangis ketika ia masih muda, sehingga ibunya bertanya 'apa yang membuat engkau menangis? ", kemudian beliau berkata" aku ingat kematian ', pada saat itu ia telah hafal Al-Qur'an, sehingga ibunya menangis saat mengetahuinya.


Suyuti menyebutkan: Umar bin Abdul Aziz telah menjadi penghafal Al-Qyr’an sejak masih kecil, dan kemudian ayahnya mengirimnya ke Madinah agar ia dapat belajar dari Qur Abdillah bin Ubaidillah serta belajar ilmu dari Qur Abdillah bin Ubaidillah. Ketika ayahnya meninggal, Khalifah Abdul-Malik yang pada saat itu sedang berkuasa meminta dia untuk datang ke Damasku,  kemudian beliau menikahkan Umar bin Abdul Aziz dengan putrinya Faatimah.

Saturday, 14 February 2015

Sejarah Dinasti Umayyah I

Sejarah Kekhalifahan Dinasti Umayyah


Kekhalifahan Umayyah (bahasa Arab:. الخلافة الأموية, diterjemahkan Al-Ḫilāfa al-'umawiyya) adalah kekhalifahan Islam terkenal kedua yang didirikan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Kekhalifahan Dinasti Umayyah (bahasa Arab: الأمويون, al-'Umawiyyūn, atau بنو أمية, Banu'Umayya, "Putra dari Umayyah"), berpusat dari generasi  yang berasal dari Mekkah. Keluarga Bani Umayyah yang pertama kali berkuasa adalah di bawah kepemimpinan Khalifah ketiga pada masa Khulafaurrasyidin yaitu Khalifah Utsman bin Affan (644-656) M, tetapi rezim Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan, gubernur lama dari Suriah, setelah berakhirnya Perang Saudara Muslim Pertama pada 661 M 41 H. Syiria tetap merupakan basis kekuasaan utama Dinasti Umayyah, dan Damaskus adalah ibu kota mereka. Bani Umayyah melanjutkan penaklukan wilayah Muslim, menggabungkan Kaukasus, Transoxiana, Sindh, Maghribi dan Semenanjung Iberia (Al-Andalusia) menjadi negara Muslim. Memiliki batas wilayah yang terbesar, Kekhalifahan Umayyah tercakup 5.790.000 mil persegi (15.000.000 km2), dari kerajaan terbesar kelima di dunia dari wilayah kerajaan yang telah ada sebelumnya.
Peta wilayah kekuasaan Dinasti Umayyah

Pada saat itu, dinasti Umayyah mengembangkan bidang perpajakan dan praktek administrasi yang dianggap tidak adil oleh sebagian Muslim. Sementara masyarakat non-Muslim memiliki otonomi, masalah peradilan mereka ditangani sesuai dengan hukum mereka sendiri dan oleh kepala agama mereka sendiri atau ditunjuk mereka. Mereka membayar pajak untuk ketertiban kepada pemerintah pusat. Nabi Muhammad SAW telah menyatakan secara eksplisit selama hidupnya bahwa setiap agama minoritas harus diizinkan untuk mempraktikkan agama sendiri dan mengatur sendiri, dan kebijakan itu berlaku terhadap seluruh umat dan harus berkelanjutan. kesejahteraan bagi Muslim dan orang miskin non-Muslim dilindung oleh Negara dimulai dan  dilanjutkan pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Istri Muawiyah di Maysum (ibu Yazid) juga seorang Kristen. Hubungan antara Muslim dan Kristen dalam keadaan yang baik. Bani Umayyah sering terlibat dalam pertempuran dengan orang Kristen dari Bizantium namun tetap peduli dalam melindungi  mereka walaupun mereka kelompok kecil di wilayah Suriah, dan membesarkan wilahah muslim suriah yang sebagian besar beragama Kristen pada banyak bagian wilayah lain dari kekaisaran. Posisi penting dipegang oleh orang-orang Kristen, beberapa di antaranya milik keluarga yang pernah bertugas di pemerintahan Bizantium. Mempekerjakan orang-orang Kristen adalah bagian dari kebijakan yang lebih luas dalam toleransi beragama yang diharuskan oleh kehadiran penduduk Kristiani dalam sebagian besar di provinsi ditaklukkan, terutama di Suriah. Kebijakan ini juga mendorong popularitasnya dan mengukuhkan Syiria sebagai pusat kekuasaannya.

Persaingan antara suku-suku Arab telah menyebabkan kerusuhan di provinsi di luar Syiria, terutama dalam Perang Saudara Muslim Kedua 680-692 M. dan Berber Pemberontakan dari 740-743 M. Selama Perang Saudara Kedua, kepemimpinan klan Umayyah bergeser dari cabang Sufyanid keluarga ke cabang Marwanid. Seperti kampanye tetap kehabisan sumber daya dan tenaga kerja dari negara, Bani Umayyah, dilemahkan oleh Perang Saudara Muslim Ketiga 744-747 M, akhirnya digulingkan oleh Revolusi Abbasiyah pada 750 M 132 H. Salah satu cabang dari keluarga melarikan diri di Afrika Utara sampai Al-Andalusia, di mana mereka mendirikan kekhalifahan Córdoba, yang berlangsung sampai 1031 sebelum akhirnya jatuh disebabkan oleh Fitnah al-Andalusia.